Pengalaman Haji Bag.3 ???? Undangan ke Baitulloh 

Ini adalah catatan ketiga Cak Mar yang bercerita tentang pengalaman haji. Sebelumnya Cak Mar bercerita perihal termasuknya Cak Mar kedalam daftar tunda keberangkatan haji, yang mana saat itu seharusnya ikut rombongan tahun 2013 namun qodarulloh – ketetapan Allah yang merubah keberangkatan menjadi tahun 2014. Memang hal ini memuluskan dan meluruskan niat Cak Mar berhaji bukan sekedar hanya menemani orang tua namun akhirnya murni sebagai Undangan ke Baitulloh yang kedua.

baitulloh

Mengukir pengalaman haji

Tahun 2013 adalah tahun yang luar biasa dalam perjalanan hidup Cak Mar, bagaimana memposisikan diri untuk tetap dalam kesabaran. Efek tersebut semakin medewasakan diri Cak Mar untuk lebih bisa menata hati, betul bahwa Setiap orang bisa saja menjadi tua tetapi tidak setiap orang menjadi dewasa pada usianya. Cak Mar beruntung tidak banyak cerita ke orang tentang niatan keberangkatan haji ini, karena memang semuanya Cak Mar pendam untuk menghindari rusaknya niat saat itu. Hanya beberpa orang saja seperti kerabat dan Orang tua yang tahu. Dari semua orang-orang yang tahu perihal keberangkatan haji Cak Mar di tahun 2013 tersebut selalu menananyakan alasan kenapa ditunda, satu persatu Cak Mar harus menjawab dengan ikhlash. Subhanalloh ….. indahnya saat tersebut.

Mengambil Hikmah dari sebuah musibah

Seperti sebuah cerita klasik, Cak Mar mengiring semua proses persiapan, keberangkatan, perjalanan haji, hingga kepulangan haji ayahanda dan ibunda tahun 2013 tersebut. Allah maha adil, memudahkan segalanya. Ternyata tidaklah Cak Mar harus mendampingi orang tua secara langsung untuk menunaikan ibadah haji. Bagaimana tidak? Cak Mar bisa terus berkomunikasi secara langsung kepada beliau berdua baik ketika mulai masuk asrama haji sukolilo (beliau berdua termasuk embarkasi surabaya) sampai selama beliau ada di mekkah. Ayahanda dan Ibunda menggunakan nomor arab saudi ketika disana, sehingga lebih memudahkan untuk terus berkomunikasi. Waktu itu ada paket call dari indosat ke nomor arab saudi yang bisa dimanfaatkan. Hampir setiap hari bahkan sampai tiga kali Cak Mar berkomunikasi dengan beliau berdua ketiak disana, rasanya seperti Cak Mar berada dan ikut merasakan atmosfer haji tahun 2013 tersebut … sebuah hiburan dari Allah yang Maha Besar. Hikmah lain yang Cak Mar ambil adalah Cak Mar lebih bisa mempersiapkan diri untuk persiapan haji tahun 2014.

Menunggu Undangan Haji ke Baitulloh

Bagaimana cerita haji Cak Mar???

Pada tahun 2014, Cak Mar menunggu kabar tentang kepastian kebernangkatan haji setelah masuk jamaah tunda di tahun 2013. Hati ini semakin lama semakin tertata menuju baitulloh.

Sekitar bulan ini Maret 2014, hp Cak Mar berdering mendapatkan panggilan masuk dari nomer kantor PT Mulia Pacific. Kembali suara teman Cak Mar bernama agustin ika yang bersuara, setelah salam – ika menyampaikan kabar bahwa Cak Mar termasuk yang berangkat pada tahun 2014 ini … (Alhamdulillah gembiranya Cak Mar saat itu, senyum tersunggin namun hati ini mencoba untuk tetap tawadhu), Ika menyampaikan juga akan ada 2 kali manasik saja sebelum keberangkatan, karena manasik utama untuk haji plus dilakukan lebih intensif di mekkah dan madinah. Ika memberikan undangan untuk mengikuti manasik pertama di hotel baru di kawasan cawang, manasik sehari penuh dari siang sampai malam. Kebetulan manasik pertama dilakukan pada bulan Ramadhan. Kenapa Ika telepon lebih awal adalah karena masa pelunasan BPIH segera dibuka. Ika menginformasikan bahwa kekurangan biaya adalah 5000 dollar, jadi jika digabung dengan setoran awal mendapatkan porsi dulu menjadi 9500 dollar. Alhamdulillah uang tersebut sudah Cak Mar siapkan jauh jauh hari.

Manasik Pertama

Ramadhan 2014, adalah perjalanan kedua Cak Mar menuju jakarta untuk keperluan manasik haji. Cak Mar berangkat dari malang menggunakan pesawat pagi agar bisa sampai di jakarta siang hari. Cak Mar ambil penerbangan yang mendarat langsung di bandara halim perdana kusuma dikarenakan saat itu tempat manasik di Hotel Best Western Premier The Hive, sebuah hotel baru di bilangan Cawang yang dibuka sekitar 1 bulanan. Cak Mar tiba di halim pukul 11 siang, tidak langsung ke hotel namun menuju ke masjid di kawasan bandara halim. Setelah menunaikan sholat Jama Qashar Dhuhur Ashar, Cak Mar memesan taksi untuk menuju hotel. Cak Mar sekalian janjian minta jemput untuk kepulangan nanti malam.

Pak Tomin

Sampai di hotel, Cak Mar bertemu dengan Ika beserta karyawan PT Mulia pacific yang lainnya. Setelah mengisi berkas pendaftaran, Cak Mar menuju ke ruang manasik yang masih sepi pengunjung. Di sinilah Cak Mar bertemu dengan 5 orang jamaah tunda yang lainnya, dalam hati ini teman senasib. Salah satunya adalah Pak Tomin yang akan mendominasi cerita pengalaman Cak Mar beberapa episode kedepan. Bedug tiba, kemudian dilanjutkan buka bersama. Setelah sholat berjamaah di ruangan yang disulap menjadi masjid di hotel, kemudian dilanjutkan dengan sesi yang lainnya. Mayoritas acara disini adalah pengenalan program dan pengenalan jadwal selama di arab saudi nantinya, belum fokus kepada ibadahnya fiqihnya. Jam 20.00 Cak Mar ditelepon oleh sopir taksi yang sebelumnya dan menginformasikan sudah menunggu di depan lobby. Cak Mar ijin undur diri kepada panitia. Kemudian sebelum pulang dibekali oleh oleh 4 buah tas dan koper termasuk di dalamnya Buku buku panduan program dan Buku buku yang harus dibaca sebelum melaksanakan haji:

  1. Koper utama setinggi pinggang untuk bagasi utama
  2. Koper tentengan untuk di dalam kabin pesawat
  3. Tas ransel untuk keperluan harian
  4. Tas Spunbond untuk keperluan selama di Arafah dan Mina

Singkat Cerita Cak Mar pulang lagi ke Malang

Manasik Kedua

Kali ini manasik kedua diadakan di Hotel Bidakara dan terdapat acara menginap selama 1 malam. Acara sendiri berdurasi selama 2 hari satu malam.
Masih sekitaran daerah Cawang juga.

Manasik kali ini lebih pada petunjuk dan rincian kegiatan ibadah selama haji di baitulloh nantinya. Acara dimulai dari siang hari sampai malam hari pada hari pertama. Sebagaimana training atau pelatihan, secara bergantian ustadz dan ustadzah menyampaikan materinya. Selain itu ada juga dari perwakilan dokter rombongan yang menerangkan tentang kesehatan haji.

Malam harinya, Cak Mar kebagian kamar sendirian di hotel bidakara. Acara akan dilanjutkan dengan sholat tahajud pada pukul 3 pagi hari nanti …

Pagi pukul 3, Cak Mar menuju ruang sholat yang sudah dipesan. Setiap orang sudah sholat masing masing. Kemudian setelah waktu shubuh datang, Cak Mar mengumandangkan Adzan…. Alhamdulillah setelah selesai sholat jamaah shubuh kami kembali ke kamar masing masing.

Praktek Manasik

Pagi harinya, setelah semua sarapan. Kami memulai lagi prosesi manasik. Kembali pada inti ibadah haji, mulai dari umroh haji sampai dengan semua manasik haji kami pelajari. Disitu kami dibagikan kembali perlengkapan haji seperti kain ihrom dan bahan baju. Ada dua macam bahan baju, yaitu bahan baju haji nasional dan bahan baju batik mulia pacific tour.

Dengan memakai baju ihrom yang dililitkan pada tubuh, kami berlatih thowaf, lempar jamroh dan seterusnya.

Setelah hari itu selesai, kami pulang dengan membawa ilmu dan perbekalan haji nanti selama di baitulloh. Rasa tenang dan khusyu membumi dalam hati .. Tak sabar untuk menunggu waktu keberangkatan yang akan Cak Mar ceritakan selanjutnya.

Comments

comments

Leave a Reply